Monday, June 22, 2020
Akhirnya Nabi Ibrahim Minta Dicabut Nyawanya
Tuesday, May 19, 2020
TRADISI LEBARAN KETUPAT DI MAJENANG CILACAP
Thursday, August 24, 2017
KHUTBAH JUM'AT
Khutbah Jumat tentang Cara Mensyukuri Kemerdekaan
Khutbah Jumat Takabur dan Azab Pedihnya
Khutbah Jumat Hadits Tangan di Bawah dan Mereka yang Suka Dilayani
Khutbah Jumat Belajar dari Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikhah
Khutbah Jumat Menyambut Hari Buruh 1 Mei
SEMOGA BERMANFAAT
Pemikiran Tasawuf Imam Al-Ghazali
Tulisan ini karya Ahmad Zaini STAIN Kudus Jawa Tengah
BUKU-BUKU PENTING TENTANG IDEOLOGI
SILAHKAN DOWNLOAD
Kesahihan Dalil Tarawih 20 Rakaat
buku pintar berdebat dengan wahabi
terjemah kitab mafaahiim [versi 1]
terjemah kitab mafahim (versi 2)
bahaya hizbut tahrir ( jilid i )
KAIDAH FIQH DAN PENJELASANNYA
Silahkan DOWNLOAD KAIDAH FIQH DAN PENJELASANNYA
TERJEMAH KITAB AFATULLISAN IMAM GHAZALI
File ini berformat DJVU jadi ssilahkan DOWNLOAD DULU DJVU Viewer
TERJEMAH DAN KITAB KUNING
Bagi yang membutuhkan silahkan mendownload secara gratis, melalui link dibawah ini :
Tuesday, October 21, 2014
Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education)
Friday, August 22, 2014
PERAN STATISTIK DALAM PENDIDIKAN
ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Saturday, October 12, 2013
Bimbingan Tilawatil Qur'an
Bimbingan tilawatil quran Ust. Muammar ZA vol.1-vol.8
1.Volume I Side A
2.Volume I side B
3.Volume II Side A
4.Volume II side B
5.Volume III Side A
6.Volume III Side B
7.Volume IV Side A
8.Volume IV Side B
9.Volume V Side A
10.Volume V Side B
11.Volume VI Side A
12.Volume VI Side B
13.Volume VII Side A
14.Volume VII Side B
15.Volume VIII Side A
16.Volume VIII Side B
semoga bermanfaat......
Wednesday, May 15, 2013
KITAB FIQH MUHAMMADIYYAH
BUKU KITAB FIQH JILID TELU, yang dikarang dan diterbitkan oleh MUHAMMADIYYAH bagian TAMAN PUSTAKA Djokjakarta, terbit tahun 1343 Hijriyyah.
setelah membaca buku tersebut.... DAPAT DISIMPULKAN antara NU dan Muhammadiyyah, dari sisi amaliyahnya itu dulunya sama. antara lain : 1. bacaan iftitah, 2. sholawat yang menggunakan SAYYIDINA, 3. dzikir setelah sholat, DLL.
1. dalam bab WACAN SHOLAT LAN MA'NANE halaman 25, bacaan IFTITAH-nya KABIROWWALHAMDULILLAHI KATSIRO.... bukan ALLOHUMMA BAA'ID....
2. pada halaman 26 Fatihah menggunakan BASMALAH....
3. dalam halaman 29, sholawat yang dibaca dalam tahiyyat menggunakan SAYYIDINA
semua itu dipertegas dalam BAB PIRANGANE RUKUNE SHOLAT halaman 31-33. kecuali masalah sholawat. di bab ini dijelaskan sholawat adalah allohumma sholli 'ala Muhammad. hemat saya, penjelasan itu sekedar menunjukkan bahwa bacaan sholawat itu cukup dengan ALLOHUMMA SHOLLI 'ALAA MUHAMMAD, bukan membid'ahkan sayyidina....
dipertegas lagi dalam rukun hutbah halaman 57, membaca sholawat menggunakan sayyidina.
4. di halaman 27 dijelaskan adanya QUNUT dengan Dow ALLOHUMMAHDINII.....
5. halaman 57 khutbah jum'at, dua kali.
6. dzikir ba'da sholat pada halaman 40-42, dengan bacaan sbb:
- astaghfirullohah adziim alladzii paar ilaaha illa huwal hayyul qoyyuum waatuubu ilaiih... 3 Kali
- allohumma antassalam.... 3 Kali
- subhaanalloh 33 Kali
- allohu Akbar 33 Kali
- alhamdulillah 33 kali
YANG MEMBUTUHKAN BUKUNYA SILAHKAN
DOWNLOAD DISINI
Tuesday, May 7, 2013
Terjemah Kitab Sulamut Taufiq
AL-I'TISHAM AL-SYATHIBI
Download Terjemahan Nashaihul ibad
Bagi yang ingin mengasah HATI agar lebih bersih dan suci dihadapan Alloh, penting menurut kami untuk membaca kitab NASHAIHUL IBAD. Buku ini adalah terjemah dari kitab Nashaibul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Ibnu Umar al-Jawi atau yang lebih dikenal dengan Syekh Nawawi al-Bantani. Kitab ini diajarkan di hampir setiap madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Di dalamnya memuat ratusan nasehat-nasehat yang sangat dalam dan menyentuh ke akar kehidupan. Sangat menarik untuk dibaca dan dipelajari sebagai bekal kehidupan yang penuh dengan permasalahan . Buku ini adalah solusi bagi orang yang ingin menemukan nasehat-nasehat bijak sebagai pengobat hati yang resah. Dan buku ini adalah penuntun yang bijak bagi orang yang ingin mempelajari hikmah dari sisi kehidupan dan sebagai bekal menuju akhirat.
Silahkan KLIK DISINI untuk mendownload
File ini berformat DJVU, jadi anda membutuhkan DJVU Viewer. Silahkan DOWNLOAD DJVU VIEWER DISINI
Monday, January 28, 2013
TRIK DOWNLOAD MAKTABAH SYAMILAH
Friday, August 5, 2011
TERJEMAH MADARIJ AL-SALIKIN
ditulis di dalam Kitab ManazHus-Sa'irin karangan Abu Isma'il Al-Harawy,
sebuah kitab yang membahas masalah thariqah ilallah (perjalanan kepada
Allah), yang kemudian diklaim sebagai dunia sufi, atau di negeri kita ini
lebih terkenal dengan istilah toriqot.
Pada hakikatnya tidak ada yang perlu diributkan dengan kata
thariqah itu sendiri. Apalagi jika thariqah itu ilallah. Karena memang setiap
orang Muslim haras senantiasa berada dalam perjalanan kepada Allah,
dan bahkan setiap manusia, Mukmin maupun kafir, akan kembali kepada
Allah (ilaihin-nusyur). Setiap orang Muslim haras membekali diri dalam
menempuh perjalanannya, haras melewati manzilah-manzilah yang
memang seharasnya untuk dilewati. Tapi kata thariqah ini menjadi istilah
tersendiri ketika ia dinisbatkan kepada golongan tertentu, dengan
pakaian, amaliah, perilaku, sikap, doktrin, norma-norma dan segala ciri-
cirinya tertentu, disertai dengan penggunaan istilah-istilah tertentu pula,
yang sama sekali tidak ada dalam kehidupan orang-orang salafush-sha-lih,
apalagi dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tentu saja banyak ajaran yang
haras di-lakoni setiap hari dan bahkan setiap saat oleh siapa pun yang
bergabung ke golongan ahli thariqah. Terlebih lagi jika dia sudah
mencapai tataran tertentu dari berbagai tataran yang mereka ciptakan.
Yang buntut-buntutnya mengarah kepada ghuluw. Memang di satu sisi
mereka bisa melepaskan diri dari pesona keduniaan, dan hal ini juga
merapakan keadaan atau kedudukan yang harus dipelihara oleh orang
yang sedang mengadakan perjalanan kepada Allah. Tapi sekiranya syetan
menyusup ke dalam hatinya, lalu berbisik, "Engkau adalah calon penghu-ni
surga", maka apa kira-kirayang terjadi dengan dirinya? Dia pun menja-min
seseorang yang menjalani kehidupan seperti dirinya atau masuk ke dalam
golongan ahli thariqah, akan menjadi penghuni surga. Atau mungkin ada
pula anggapan mereka tentang ilmu ladunny, ilmu atau ma'rifat yang
langsung disusupkan Allah ke dalam hati. Sehingga dengan ilmu ladunny ini
mereka tidak perlu mempelajari ilmu-iknu zhahir, seperti ilmu syariat, wajib,
sunat, makruh, haram, halal dan ilmu apa pun yang harus dibaca,
dihapalkan dan ditekuni dengan amal.
Hal-hal seperti inilah yang ingin dilempangkan Ibnu Qayyim Al-
Jauziyah dan juga lain-lainnya, termasuk penjelasan tentang berbagai
istilah yang digunakan ahli thariqah, khususnya dalam kitab Manazilus-
Sa'irin. Boleh jadi Ibnu Qayyim mempunyai pandangan tersendiri yang
bemilai positif terhadap kitab tersebut, sehingga dia menyempatkan diri
untuk mengupasnya kembali, menjelaskan dan meluruskan isinya yang
dirasa kurang pas.
Tentang kitab (Madarijus-Salikin) ini sendiri seakan mempunyai dua
visi. Satu visi berupa tulisan Ibnu Qayyim dan visi lain merupakan kritik
atau pun pembenahan terhadap kandungan kitab ManazUus-Sa'irin. Pada
permulaannya Ibnu Qayyim mengupas Al-Fatihah, yang merupakan in-duk
Al-Qur'an dan yang mengintisarikan semua kandungan di dalam Al-Qur'an.
Kemudianyang lebih inti lagi adalah pembahasan tentang makna iyyaka
na'budu wa iyyaka nasta'in, yang menjadi ruh dari keseluruhan kitab ini.
Pada sisi inilah ketaajuban layak disampaikan kepada Ibnu Qayyim oleh
siapa pun yang membacanya. Begitu dalam pengkajiannya dan begitu luas
pembahasannya.
BAGI YANG MEMBUTUHKAN SILAHKAN KLIK....
TERJEMAH MADARIJ AL-SALIKIN
Thursday, August 4, 2011
SHOLAT EMPAT MADZHAB
Fiqh Shalat 4 Madzhab - Abdul Qadir al-Rahbawi
Bahkan Ibnu Thaimiyyah pun dinasehati oleh muridnya
Adz-Dzahabi mengikuti faham-faham Ibn Taimiyah, -terutama dalam masalah akidah-,
namun ia sadar bahwa ia sendiri, dan gurunya tersebut, serta orang-orang yang
menjadi pengikut gurunya ini telah menjadi bulan-bulanan mayoritas umat Islam dari
kalangan Ahlussunnah pengikut madzhab al-Imâm Abu al-Hasan al-Asy’ari.
Kondisi ini disampaikan oleh adz-Dzahabi kepada Ibn Taimiyah untuk mengingatkannya
agar ia berhenti dari menyerukan faham-faham ekstrimnya, serta berhenti dari
kebiasaan mencaci-maki para ulama saleh terdahulu. Untuk ini kemudian adz-Dzahabi
menuliskan beberapa risalah sebagai nasehat kepada Ibn Taimiyah, sekaligus hal ini
sebagai “pengakuan” dari seorang murid terhadap penyimpangan gurunya sendiri.
Risalah pertama berjudul Bayân Zghl al-‘Ilm Wa ath-Thalab, dan risalah kedua
berjudul an-Nashîhah adz-Dzhabiyyah Li Ibn Taimiyah.
silahkan yang mau mengetahui nasehat tersebut
Nasehat Imam Adz-Dzahabi kepada Gurunya (Ibnu Taimiyyah)













