Showing posts with label terjemah kitab kuning. Show all posts
Showing posts with label terjemah kitab kuning. Show all posts
Tuesday, May 7, 2013
Terjemah Kitab Sulamut Taufiq
Kitab SULAMUTTAUFIQ yang di karang oleh syeih ABDULLOH bin Husain bin Thohir bin Muhammad bin Hisyam Ba’alawy adalah sebuah kitab yang sangat penting, yang isinya menyangkut beberapa kewajiban bagi semua Muslim, mulai dari bab pertama menerangkan : KEWAJIBAN BAGI ORANG MUKALLAF. Lalu bab kedua : Perihal tentang Janzah, bab ketiga : tentang Jual-Beli, bab ke empat: tentang NAFKAH, IMAN & IHLAS, MURTAD. Dan bab ke lima menerangkan tentang TAUBAT. Dan untuk melengkapi kami setakan juga link Kitab SYARAH SULAMUTTAUFIQ dalam bahasa arab yang di karang oleh Syeih NAWAWI al Bantany. Bagi para sahabat silakan mengunduhnya di link dibawah ini dan semoga bermanfaat amin…:
SULLAMUTTAUFIQ
Keterangan : file DJVU
Friday, August 5, 2011
TERJEMAH MADARIJ AL-SALIKIN
Kitab ini dimaksudkan untuk meluruskan berbagai pengertian dan kandungan yang
ditulis di dalam Kitab ManazHus-Sa'irin karangan Abu Isma'il Al-Harawy,
sebuah kitab yang membahas masalah thariqah ilallah (perjalanan kepada
Allah), yang kemudian diklaim sebagai dunia sufi, atau di negeri kita ini
lebih terkenal dengan istilah toriqot.
Pada hakikatnya tidak ada yang perlu diributkan dengan kata
thariqah itu sendiri. Apalagi jika thariqah itu ilallah. Karena memang setiap
orang Muslim haras senantiasa berada dalam perjalanan kepada Allah,
dan bahkan setiap manusia, Mukmin maupun kafir, akan kembali kepada
Allah (ilaihin-nusyur). Setiap orang Muslim haras membekali diri dalam
menempuh perjalanannya, haras melewati manzilah-manzilah yang
memang seharasnya untuk dilewati. Tapi kata thariqah ini menjadi istilah
tersendiri ketika ia dinisbatkan kepada golongan tertentu, dengan
pakaian, amaliah, perilaku, sikap, doktrin, norma-norma dan segala ciri-
cirinya tertentu, disertai dengan penggunaan istilah-istilah tertentu pula,
yang sama sekali tidak ada dalam kehidupan orang-orang salafush-sha-lih,
apalagi dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tentu saja banyak ajaran yang
haras di-lakoni setiap hari dan bahkan setiap saat oleh siapa pun yang
bergabung ke golongan ahli thariqah. Terlebih lagi jika dia sudah
mencapai tataran tertentu dari berbagai tataran yang mereka ciptakan.
Yang buntut-buntutnya mengarah kepada ghuluw. Memang di satu sisi
mereka bisa melepaskan diri dari pesona keduniaan, dan hal ini juga
merapakan keadaan atau kedudukan yang harus dipelihara oleh orang
yang sedang mengadakan perjalanan kepada Allah. Tapi sekiranya syetan
menyusup ke dalam hatinya, lalu berbisik, "Engkau adalah calon penghu-ni
surga", maka apa kira-kirayang terjadi dengan dirinya? Dia pun menja-min
seseorang yang menjalani kehidupan seperti dirinya atau masuk ke dalam
golongan ahli thariqah, akan menjadi penghuni surga. Atau mungkin ada
pula anggapan mereka tentang ilmu ladunny, ilmu atau ma'rifat yang
langsung disusupkan Allah ke dalam hati. Sehingga dengan ilmu ladunny ini
mereka tidak perlu mempelajari ilmu-iknu zhahir, seperti ilmu syariat, wajib,
sunat, makruh, haram, halal dan ilmu apa pun yang harus dibaca,
dihapalkan dan ditekuni dengan amal.
Hal-hal seperti inilah yang ingin dilempangkan Ibnu Qayyim Al-
Jauziyah dan juga lain-lainnya, termasuk penjelasan tentang berbagai
istilah yang digunakan ahli thariqah, khususnya dalam kitab Manazilus-
Sa'irin. Boleh jadi Ibnu Qayyim mempunyai pandangan tersendiri yang
bemilai positif terhadap kitab tersebut, sehingga dia menyempatkan diri
untuk mengupasnya kembali, menjelaskan dan meluruskan isinya yang
dirasa kurang pas.
Tentang kitab (Madarijus-Salikin) ini sendiri seakan mempunyai dua
visi. Satu visi berupa tulisan Ibnu Qayyim dan visi lain merupakan kritik
atau pun pembenahan terhadap kandungan kitab ManazUus-Sa'irin. Pada
permulaannya Ibnu Qayyim mengupas Al-Fatihah, yang merupakan in-duk
Al-Qur'an dan yang mengintisarikan semua kandungan di dalam Al-Qur'an.
Kemudianyang lebih inti lagi adalah pembahasan tentang makna iyyaka
na'budu wa iyyaka nasta'in, yang menjadi ruh dari keseluruhan kitab ini.
Pada sisi inilah ketaajuban layak disampaikan kepada Ibnu Qayyim oleh
siapa pun yang membacanya. Begitu dalam pengkajiannya dan begitu luas
pembahasannya.
BAGI YANG MEMBUTUHKAN SILAHKAN KLIK....
TERJEMAH MADARIJ AL-SALIKIN
ditulis di dalam Kitab ManazHus-Sa'irin karangan Abu Isma'il Al-Harawy,
sebuah kitab yang membahas masalah thariqah ilallah (perjalanan kepada
Allah), yang kemudian diklaim sebagai dunia sufi, atau di negeri kita ini
lebih terkenal dengan istilah toriqot.
Pada hakikatnya tidak ada yang perlu diributkan dengan kata
thariqah itu sendiri. Apalagi jika thariqah itu ilallah. Karena memang setiap
orang Muslim haras senantiasa berada dalam perjalanan kepada Allah,
dan bahkan setiap manusia, Mukmin maupun kafir, akan kembali kepada
Allah (ilaihin-nusyur). Setiap orang Muslim haras membekali diri dalam
menempuh perjalanannya, haras melewati manzilah-manzilah yang
memang seharasnya untuk dilewati. Tapi kata thariqah ini menjadi istilah
tersendiri ketika ia dinisbatkan kepada golongan tertentu, dengan
pakaian, amaliah, perilaku, sikap, doktrin, norma-norma dan segala ciri-
cirinya tertentu, disertai dengan penggunaan istilah-istilah tertentu pula,
yang sama sekali tidak ada dalam kehidupan orang-orang salafush-sha-lih,
apalagi dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tentu saja banyak ajaran yang
haras di-lakoni setiap hari dan bahkan setiap saat oleh siapa pun yang
bergabung ke golongan ahli thariqah. Terlebih lagi jika dia sudah
mencapai tataran tertentu dari berbagai tataran yang mereka ciptakan.
Yang buntut-buntutnya mengarah kepada ghuluw. Memang di satu sisi
mereka bisa melepaskan diri dari pesona keduniaan, dan hal ini juga
merapakan keadaan atau kedudukan yang harus dipelihara oleh orang
yang sedang mengadakan perjalanan kepada Allah. Tapi sekiranya syetan
menyusup ke dalam hatinya, lalu berbisik, "Engkau adalah calon penghu-ni
surga", maka apa kira-kirayang terjadi dengan dirinya? Dia pun menja-min
seseorang yang menjalani kehidupan seperti dirinya atau masuk ke dalam
golongan ahli thariqah, akan menjadi penghuni surga. Atau mungkin ada
pula anggapan mereka tentang ilmu ladunny, ilmu atau ma'rifat yang
langsung disusupkan Allah ke dalam hati. Sehingga dengan ilmu ladunny ini
mereka tidak perlu mempelajari ilmu-iknu zhahir, seperti ilmu syariat, wajib,
sunat, makruh, haram, halal dan ilmu apa pun yang harus dibaca,
dihapalkan dan ditekuni dengan amal.
Hal-hal seperti inilah yang ingin dilempangkan Ibnu Qayyim Al-
Jauziyah dan juga lain-lainnya, termasuk penjelasan tentang berbagai
istilah yang digunakan ahli thariqah, khususnya dalam kitab Manazilus-
Sa'irin. Boleh jadi Ibnu Qayyim mempunyai pandangan tersendiri yang
bemilai positif terhadap kitab tersebut, sehingga dia menyempatkan diri
untuk mengupasnya kembali, menjelaskan dan meluruskan isinya yang
dirasa kurang pas.
Tentang kitab (Madarijus-Salikin) ini sendiri seakan mempunyai dua
visi. Satu visi berupa tulisan Ibnu Qayyim dan visi lain merupakan kritik
atau pun pembenahan terhadap kandungan kitab ManazUus-Sa'irin. Pada
permulaannya Ibnu Qayyim mengupas Al-Fatihah, yang merupakan in-duk
Al-Qur'an dan yang mengintisarikan semua kandungan di dalam Al-Qur'an.
Kemudianyang lebih inti lagi adalah pembahasan tentang makna iyyaka
na'budu wa iyyaka nasta'in, yang menjadi ruh dari keseluruhan kitab ini.
Pada sisi inilah ketaajuban layak disampaikan kepada Ibnu Qayyim oleh
siapa pun yang membacanya. Begitu dalam pengkajiannya dan begitu luas
pembahasannya.
BAGI YANG MEMBUTUHKAN SILAHKAN KLIK....
TERJEMAH MADARIJ AL-SALIKIN
Thursday, August 4, 2011
SHOLAT EMPAT MADZHAB
Sering kita jumpai, orang menyalahkan sholatnya seseorang. Agar kita tidak terjebak dalam klaim-klaim kebenaran ada baiknya baca buku satu ini.
Fiqh Shalat 4 Madzhab - Abdul Qadir al-Rahbawi
Fiqh Shalat 4 Madzhab - Abdul Qadir al-Rahbawi
Sunday, March 20, 2011
TERJEMAH FATH AL-BAARI
Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an. Karenanya memahami hadits juga tidak kalah penting dengan memahami Al-Qur'an. terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan makna suatu kalimat, asbab al-wurud, shohih dan tidaknya suatu hadits. Dibawah ini adalah terjemah kitab fath al-bari, yang merupakan syarah dari shohih bukhori
Fath al-Bari Jilid-1
Fath al-Bari Jilid-2
Fath al-Bari Jilid-3
Fath al-Bari Jilid-1
Fath al-Bari Jilid-2
Fath al-Bari Jilid-3
TAFSIR IBNU KATSIR
Dalam memahami al-Qur'an, peran tafsir sangat penting keberadaannya. karena tafsir itu akan memungkinkan kita mampu megungkap kadungan al-Qur'an secara lebih luas. Untuk itu Maktabah Al-Hikmah men-posting terjemah Tafsir Ibnu Katsir. semoga bisa membantu pemahaman al-Qur'an. Silahkan download bagi yang membutuhkan.......
Tafsir Ibnu Katsir Juz I
Tafsir Ibnu Katsir Juz II
Tafsir Ibnu Katsir Juz III
Tafsir Ibnu Katsir Juz IV
Tafsir Ibnu Katsir Juz I
Tafsir Ibnu Katsir Juz II
Tafsir Ibnu Katsir Juz III
Tafsir Ibnu Katsir Juz IV
Monday, January 17, 2011
TERJEMAH BULUGHUL MAROM
Bagi yang belum memiliki terjemah Bulughul Marom, mungkin postingan ini bermanfaat. Namun saran kami tetap mengkaji dan menanyakan kepada yang lebih tahu. Mengingat banyak kemungkinan terdapat ketidak sempurnaan pada penterjemahannya.
Silahkan KLIK DISINI kalau membutuhkan
Untuk Versi PDF silahkan KLIK DISINI kalau membutuhkan
Silahkan KLIK DISINI kalau membutuhkan
Untuk Versi PDF silahkan KLIK DISINI kalau membutuhkan
Subscribe to:
Posts (Atom)